Bab 106. Pengganti Bulan Madu

1252 Kata

Setelah berjalan-jalan, menghabiskan waktu bersama, tubuh Erika, Alvaro dan Rey terasa remuk redam oleh lelah yang tak terperi. Mereka bahkan baru saja pulang dari Jogja, belum lagi menuntaskan tugas mengantar Sasa pulang ke apartemen, sebelum akhirnya kembali ke kediaman Kusuma. "Anak-anak Mama sudah pulang? Kalian sudah makan?" tanya Tamara dengan senyum hangat. "Sudah, Ma. Jadi, sampai rumah kami bisa langsung mandi dan istirahat," jawab Erika lelah namun penuh kehangatan. Rey menimpali, "Iya, Ma. Tadi sengaja ajak Sasa makan malam sekalian sebelum pulang. Kasihan kalau Sasa sampai kelaparan di apartemen." Mata Tamara berbinar penuh kasih sayang. "Ya, memang harus seperti itu. Kasihan Sasa sudah diajak jalan seharian, tapi sampai apartemen malah lapar dan harus mencari makan sendir

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN