Kepergian Senja

818 Kata

“Kak, kenapa?” Langit baru saja pulang dari kampus. Melihat sang kakak duduk termenung di teras belakang tanpa menyalakan lampu membuatnya khawatir. “Apa Kakak ketemu lagi sama Kak Raffa?” Dua pertanyaan itu menggantung di udara dan tak langsung dijawab oleh Senja. Langit pun duduk di sebelah kakaknya. Dia menyediakan bahu untuk wanita yang sangat dia sayangi itu. Tak lama kemudian, Senja menyandarkan kepala di bahu Langit. Tidak ada obrolan. Mereka sama-sama terdiam, menatap taman kecil peninggalan mendiang ibu mereka. Sejak kepergian kedua orang tuanya, Senja dan Langit selalu menjaga apa yang dulu disukai papa dan mamanya. Taman dirawat, bunga-bunga ditanam, kolam ikan terawat dengan baik, dan bangku kayu dicat ulang saat mulai pudar. hanya itu yang bisa mereka lakukan aga

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN