Ketempelan kekayaan (+)

1336 Kata

Risih—satu kata yang membuat Senja ingin kabur dari beach club yang ternyata milik Kai. Setelah bicara berdua… lebih tepatnya Kai yang banyak bicara sementara Senja hanya mendengarkan dan sesekali menyatakan keberatan–mereka kembali ke meja tempat para sahabat Kai berkumpul. Suasana kini lumayan kondusif. “Love, mau makan apa?” tanya Kai dengan tingkat kepercayaan diri yang tinggi. Dia memanggil Senja dengan sebutan Love, sesuai kesepakatan sepihak versinya sendiri. Semua mata di meja itu langsung melotot. “Love—” panggilnya lagi, sebelum akhirnya mendapatkan cubitan kecil di lengan. “Sakit,” rengeknya manja. Semua orang langsung nge-freeze sesaat. Seorang Kai—yang terkenal dingin, ketus, dan jarang tersenyum kini bisa merengek seperti anak kecil. “Apa di sini ada penunggunya, ya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN