“Bagaimana persiapan acaranya?” tanya Althaf yang memeluk Jemma, mengganggu seperti biasa. Althaf baru pulang ke rumah setengah jam lalu, kemudian mandi dan sempat Isya dulu ke masjid. Istrinya selalu wangi, Althaf senang sekali memeluknya. Jemma juga sudah aktif lagi bekerja dengan tim JeFa. Kesibukan semakin mudah buatnya lupa akan kejadian traumatis waktu itu. "Awas dulu sebentar sayang, ini aku ngaduk susunya susah lho..." Althaf malah makin mengeratkan pelukan. Setelah kejadian yang menimpa Jemma beberapa waktu lalu, ia semakin menyadari arti Jemma untuknya. Tangan Jemma tengah mengaduk-aduk susuu hamilnya, tangan Althaf menyentuh perut Jemma. Merasakan perubahannya hari demi hari, keberadaan buah hati mereka yang semakin tumbuh, sehat sekali. Jemma tidak ada kesulitan berart

