Warning unsur dewasa 18+ . . Jemma rasanya baru tidur saat merasakan sebuah ciuman bertubi-tubi di wajahnya lalu usapan lembut di pipinya juga, “sayang... subuh dulu yuk...” Jemma membuka matanya lebih dulu, mendapati wajah Althaf tepat di hadapannya. Wajah pertama yang ia temukan pagi ini dan pagi-pagi berikutnya. Ada senyum tipis yang terbit di wajahnya, perasaan yang baru dan langsung mengingat jika semalam memang ia dan Althaf sudah resmi menikah. “Jam berapa?” gumamnya tidak sulit dibangunkan. “Setengah lima kurang,” katanya sambil kembali menunduk dan mencium keningnya. Jemma yang tidak terbiasa bangun sepagi ini, jelas berat. Althaf menjauh, Jemma memerhatikannya yang segera beranjak ke kamar mandi. Jemma masih menguap kecil, menarik selimut. Jemma selalu suka ruangan da

