“Al, bu?” tanya Dillah yang menghampiri mertuanya, baru selesai bicara ditelepon. Anggita memberi anggukan sambil tersenyum simpul, menyimpan ponsel lalu mengambil alih cucu perempuannya yang mengulurkan tangan padanya, “iya, telepon katanya mau nginap di apartemen Jeje.” Beritahunya sambil menunduk, mengecup pelipis cucunya. Rara tertawa, bergumam heboh. Dillah yang mendengar informasi tersebut langsung menyeringai, “wah mau berdua-duaan pengantin baru itu...” Ibu mengangguk, “kayaknya belum bisa langsung honeymoon, biarlah. Selama sudah nikah, mau mereka berdua-duaan di mana pun, hati Ibu sudah tenang.” “Iya, bu...” Ibu bergerak duduk, Rara minta diturunkan. Ruko dua lantai, tempat katering keluarga Kalfani itu beroperasi sudah puluhan tahun yang tadinya hanya di rumah memang m

