Udara sore di rumah sakit terasa tenang, hampir seperti enggan mengusik pertemuan yang akan terjadi antara dua saudara yang sempat lama terputus rasa asing dan kembali saling dekat lagi setelah luka dan duka. Pertemuan yang Jemma tunggu, untuk membagi kehamilannya. Kemarin Mama memberitahu sambil menangis penuh rasa haru dan syukur, ketika menyampaikan... “Mama bicara dengan Darby, memberitahu kehamilanmu padanya.” “Mama, terus bagaimana reaksi Darby? Dia nggak—“ Kepala Mama menggeleng cepat, meraih tangan Jemma lalu tersenyum “Darby bisa menerima, dia tetap tenang dan enggak seperti yang kita takutkan. Dia siap bertemu kamu, Je... dokter Dean bilang, ini kemajuan luar biasa...” Di balik jendela, langit Jakarta mulai menggelap. Ruangan tempat Darby dirawat tak ramai. Hanya ada du

