Sore itu menjelang malam, suasana di rumah Ibu terasa lebih tenang dari biasanya, meski hati semua yang ada di sana dipenuhi harap-harap cemas menunggu Jemma yang setelah bicara dengan Iyang akhirnya mau menerima kehadiran papahnya. Ibu juga sambil menyiapkan jika memang akhirnya Althaf harus menikah malam ini juga dengan Jemma seperti pembicaraan sebelumnya. Keluarga kakaknya, Sea-Sky muncul bersama anak-anak. Ibu mengernyitkan kening saat Sky bantu membawakan sebuah gaun yang ditempati dalam bungkus khusus. Sea juga membawakan tas lain berisi peralatan riasan wajahnya. “Buat apa sih?” tanya Althaf bingung. “Buat calon iparku lah, kalau kalian jadi nikah aku yakin Jeje pas kamu culik ke sini mana kepikiran buat bawa gaun atau bahkan kebaya!” Jawab Sea kemudian Dillah dan ia bawakan b

