MENEMANI

2022 Kata

“Pas isya,” gumam Anne saat SUV mereka melintasi gerbang masuk. Ben melajukan pelan mobilnya saat memasuki area parkir basement, sambil melirik ke kaca tengah. Safa tertidur di kursi bayinya, pipinya menempel pada sisi car seat, bibir mungilnya sedikit terbuka. “Capek banget kayaknya,” ujar Anne. “Kan habis soft opening museum, terus main di waterpark,” sahut Ben, menekan tombol parking brake. “Mungkin itu termasuk dua peristiwa besar dalam sejarah hidup Safa.” Anne terkekeh, ekspresinya begitu lembut saat menatap putrinya. Mereka beranjak turun, Safa terbangun saat lift bergerak naik menuju lantai teratas. “Yaya,” celotehnya. “Sebentar lagi kita sampai di rumah Abang Stars dan Kakak Ina. Ada Muya dan Buya juga,” ujar Ben. Safa menguap, mungkin melepas sisa kantuknya. Begitu pin

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN