“Kenapa kamu ikut-ikutan hidup sendiri sih?” gumam Anne pada selembar kaus kaki mungil bermotif bebek. Ia mengangkatnya dengan dua jari, menghela napas. “Pasangannya ke mana, coba?” Pagi itu, Anne duduk berhadapan dengan lemari Safa. Ekspresinya frustasi. Di hadapannya, sebuah laci khusus kaus kaki, bandana, dan topi bayi mengalami kekacauan stok. Di sampingnya, keranjang laundry tergeletak. Anne mengaduk-aduk isinya lagi, berharap ada keajaiban semisal kaus kaki kiri bertemu kembali dengan kanan dalam drama reuni haru. Namun, yang tersisa hanya dua bandana polos yang terselip di antara pakaian-pakaian Safa. “Fa, ini gimana sih…” keluhnya. Safa berada di bouncer yang Anne letakkan beberapa langkah darinya. Bayi kecil itu menggigiti teether berbentuk awan sambil menatap ibunya. Seolah m

