“Safa sudah mandi belum, Uni?” tanya Emi begitu mereka kembali dari berolah raga ringan—jalan kaki ke taman komplek. “Aku aja yang mandiin Safa,” sambar Ben. Emi mengerjap, Anne bengong sejenak. “Aku bisa kok,” ujar Ben lagi. “Kan waktu di rumah sakit sudah latihan.” Itu benar. Hanya saja begitu tiba di rumah, semua orang terkena trust issue akan kemampuan Ben soal memandikan bayi baru lahir. “Dibalik aja aku bisa lho.” Segitu antusiasnya Ben mengisahkan kepiawaiannya. “Apa yang dibalik?” tanya Anne. “Safa. Bersihin punggungnya,” jelas Ben. “Jangan ngadi-ngadi deh, Ben. Kamu ganti popok Safa aja kebalik.” “Itu kan nyoba inovatif aja, baby. Siapa tau ternyata lebih keren.” Anne mendengus keras. “Si Mbok aja yang mandiin Safa juga ngga apa-apa. Kalau Uni kan perutnya masih suka ny

