Ega masuk ke dalam kamar dan melihat Silvy sedang berbaring sambil melamun melihat kearah jendela. Melihat suaminya masuk, Silvy segera duduk agar tak memperlihatkan tubuhnya yang tengah lemah. Tanpa bicara Ega duduk di sisi ranjang Silvy lalu menggenggam jemari tangan istrinya erat. “Ayo kita ke dokter. Jika harus operasi, ayo kita lakukan secepatnya,”ucap Ega dengan suara lembut. “Mas, kita… “ “Jangan pikirkan soal uang! Tenang saja, aku tidak meminta uang pada mami untuk pengobatanmu,” potong Ega cepat. “Darimana kamu dapat uang itu?” tanya Silvy cemas. Ia merasa takut jika Ega meminjam uang dari kakak atau temannya. “Uang ini sudah aku tabung lama sejak Lara masih kecil. Aku menyimpannya karena ingin memberikan pesta pernikahan yang indah untuknya. Tapi lebih baik uang ini

