72. Terus terang

1009 Kata

Mami turun ke lantai satu, biasanya ia akan mendapati Raina sudah berada di dapur. Berkutat dengan peralatan masak guna untuk membuat sarapan. Tapi tidak dengan sekarang. Karena saat mami masuk ke dalam dapur, tak ada siapapun juga. Mami mengernyit, merasa aneh saja karena ini diluar dari kebiasaan Raina. Karena suasana rumah masih sepi, Mami memutuskan kembali ke kamarnya saja. Beliau pikir tadi bisa membantu Raina memasak tapi ternyata... Ya sudahlah. Pintu kamar Raina pun juga masih tertutup. Mungkinkah Raina belum bangun. Mami tak mau membangunkan Raina karena mungkin saja Raina sedang kecapean sehingga ingin bangun siang. Menaiki anak tangga menuju ke lantai dua dengan pikiran-pikiran anehnya. Pertama keanehan tentang Lukman. Kedua tentang Raina. Sungguh, Mami Zu jadi merasa semak

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN