Selamat Tinggal

1418 Kata

Adelia mendorong tubuh Ello darinya. Dia tidak bisa melakukannya lagi. Seluruh isi pikiran dan hatinya dipenuhi oleh bayang-bayang om Farel. "Tidak Ello. Aku tidak bisa... sekalipun aku sudah bercerai dari om Farel. Tetap saja aku tidak bisa melupakannya semudah itu. Aku tidak ingin melukaimu Ello, maaf... " ucap Adelia dengan perasaan menyesal. Dia tau selama ini Ello begitu tulus mencintainya. Tapi sampai detik ini dia tidak pernah membalas perasaannya. "Maafkan aku, aku tadi khilaf melakukannya. Kakak tidak perlu menjawab perasaanku sekarang. Aku akan tetap menunggu kakak sampai kapanpun... " Ello lagi-lagi harus menelan rasa kecewa, namun dia tidak berhenti untuk berharap dan menunggu waktu dimana saat itu tiba, ketika Adelia menjadi miliknya. Hening tercipta di antara keduanya.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN