Bab 118 | Perasaan Kita

2929 Kata

Lova mengerjap pelan dan rasanya sangat haus begitu dia kembali mendapatkan kesadarannya, namun hatinya mencelos pilu melihat pemandangan yang ada di depannya. Galen duduk di sisi ranjang dengan kepala yang menunduk, menggenggam erat tangannya dan menciumi punggung tangannya, bahunya gemetar dan terdengar napasnya yang tersengal-sengal seolah bertarung untuk meredam isak-tangisnya. Lova jadi teringat dengan kejadian beberapa bulan yang lalu, saat dia mendapati Galen menangis hebat di tengah malam yang sunyi dan dingin itu, sendirian di balkon, tangisnya begitu memilukan, menyakitkan untuk didengar. Saat itu, dia kira Galen menangis karena merindukan kekasih hatinya, si Lolyta, baru akhir-akhir ini Lova menyadari jika itu tangis penuh penyesalan Galen atas keadaan dirinya yang harus me

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN