Bab 157

1943 Kata

Paru-parunya terbakar, dan Dalton berhenti tepat pada saat matahari akhirnya terbit di ufuk timur. Cahaya fajar yang pucat menyinari hamparan tanah berlumpur. Pepohonan besar, dan awan-awan tebal yang bergerak lambat dengan jutaan titik air yang siap dimuntahkan. Memberikan bayang-bayang kegelapan. Dalton tidak pernah percaya pada perasaannya sendiri, karena sudah lama hatinya mati, tetapi perburuan ini, kepergian Jenna ini sungguh-sungguh membuatnya sangat gelisah dan marah. Marah karena Jenna pergi meninggalkannya setelah malam penuh kegilaan yang mereka lalui. Gelisah karena Jenna pergi sendirian. Sebagaimanapun Jenna terlatih, ia tetap saja seorang wanita. Tubuh wanita jauh lebih rapuh dibanding pria. Kekuatan dari satu pria setara dengan kekuatan dari tujuh wanita. Ya, meskipu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN