Kemarahannya langsung tumbuh. "Apa yang kau lakukan di sini? Kembali ke ranjangmu, Brengs.ek!" Jenna tidak lantas mundur, tidak peduli saat itu Dalton baru saja membentaknya, wanita itu justru berjalan masuk, berdiri di belakangnya. "Apa yang akan kau lakukan dengan peralatan itu?" Dalton meliriknya. "Bukan urusanmu." Saat itu, Jenna menatap ke arah perban di kepala Dalton. "Perbanyak belum diganti sejak semalam. Itu salahku. Biar aku memeriksanya. Kurasa kau butuh bantuan." Dalton mendengkus. "Tidak, terima kasih. Aku bisa melakukannya sendiri." "Tidak, kau tidak bisa melakukannya sendiri. Jahitannya tepat di atas kepalamu, kau tidak akan bisa memasang perbannya dengan baik." "Perse.tan!" Jenna menghela napas. Dalton begitu gelisah, begitu pemarah dan Jenna tidak tahu kenapa

