Bab 142

1792 Kata

"Takluk, huh? Selain menyebalkan, kau juga pandai membuat lelucon." "Lelucon? Apakah kau tidak pernah bertemu dengan perempuan yang benar-benar serius dengan ucapannya?" Balasan Dalton saat itu, dibarengi dengan ekspresi mengejek yang sangat khas Dalton. Biasanya, Jenna akan tersinggung, tetapi entah bagaimana hari itu ia bersikap amat sangat santai. Itu mungkin saja disebabkan oleh mabuk. Ya, mabuk. Tadinya, Jenna sama sekali tidak pernah terpikirkan akan menenggak tiga tegukan brendi itu, tetapi Dalton benar-benar membuatnya frustrasi dan ia sangat kedinginan. Ia berpikir, mungkin meminum sedikit brendi yang diminum Dalton akan menolongnya untuk merasa lebih hangat. Toh, ia hanya akan minum dalam jumlah kecil. Tidak seperti Dalton yang nyaris seperti menenggak air putih. Ia hany

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN