"Apinya menyala lagi." Itulah yang dikatakan Jenna beberapa detik kemudian, setelah mereka mencapai puncak bersama-sama setelah permainan yang sangat intens dengan Dalton di atasnya. Kenapa Jenna tahu perapiannya kembali menyala meskipun sebelumnya hanya tersisa bara api, tentu saja karena ia melihat wajah Dalton tertimpa oleh cahaya jingga yang menari-nari. Cahaya itu bukan hanya menyinari sosok Dalton, tetapi juga kulit mereka yang masih lembab dan berkilau. "Apakah api di dalam dirimu juga menyala lagi?" Tidak butuh jawaban untuk itu, karena Dalton seharusnya tahu sendiri apa yang akan diberikan Jenna sebagai balasan. "Aku sedang membicarakan api di perapian itu, kita harus memadamkannya, Dalton." "Memadamkannya? Biarkan saja." "Tapi, jika asapnya sampai tercium seseorang...."

