Marah. Jenna menggigit bibir kuat-kuat. Ingin sekali saat itu ia menjawab, "Dasar maniak gila! Kurasa dengan mayat pun kau akan tetap t.e.r.a.n.g.s.a.n.g!" Tentu saja Jenna hanya bisa memaki di dalam benaknya. Ia tidak berani membuka suara karena itu berarti ia harus mengakui bahwa ia sudah terjaga, dan saat itu Dalton mungkin akan membuat mereka benar-benar b.e.r.c.i.n.t.a malam ini. Lantas? Seharusnya itu tidak ada bedanya. Ya, bagi Dalton memang tidak ada bedanya. Karena mereka sudah sering melakukan itu, tetapi bagi Jenna yang percaya pada pernikahan sakral di hadapan Tuhan—sesuai dengan yang diajarkan adiknya, Daisy. Itu sesuatu yang berbeda. Jenna percaya, jika malam ini ia b.e.r.c.i.n.t.a dengan Dalton, maka malam ini dan selamanya ia akan benar-benar menjadi istri Dalton

