BAB 75. Memory Masa Lalu.

1927 Kata

Karena terlalu pusing dan mual, Chiko memutuskan untuk pulang dan menyerahkan pengintaian Melni dan Firman pada pak Agus. Laki-laki itu langsung memeluk Akira dan menghirup aromanya dalam-dalam untuk meredakan mual yang membuatnya cukup menderita itu. “Mau aku buatin Teh?” Tanya Akira lembut. Tangannya membelai lembut rambut Chiko yang berkeringat. Merapihkannya sekaligus mengirimkan rasa nyaman pada laki-laki itu. “Sebentar aku masih mau peluk.” Ucap Chiko manja. Hari ini orang rumah sedang pergi semua, kesempatan yang bagus untuknya berduaan dengan Akiranya yang manis ini. “Kamu wangi banget sih.” Gumamnya sembari memejamkan mata. Menikmati hangatnya pelukkan Akira dan wangi tubuhnya yang seperti Aromaterapy di hidungnya. “Aku abis mandi tadi, soalnya gerah.” Ucap Akira sambil terkeke

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN