Briana benar-benar tidak bisa menerima kenyataan bahwa Jevian tidak menunjukkan ketertarikan sedikit pun pada Vanessa. Padahal menurutnya, makan malam itu sudah berjalan sempurna. Vanessa tersenyum manis sepanjang acara, berbicara dengan sopan, dan menunjukkan semua kualitas yang menurut Briana sangat ideal untuk menjadi calon menantu. Tetapi begitu tamu-tamu pergi dan pintu utama menutup dengan lembut, wajah Briana berubah tegang. Ia menunggu Jevian masuk ke ruang keluarga, dan begitu putranya itu duduk, ia langsung mulai bicara. Suasana ruang keluarga begitu sunyi, hanya terdengar detik jam dinding dan napas Briana yang mulai terengah kesal. Jevian berniat pergi ke kamar, tetapi Briana memanggilnya dengan suara tajam. Bahkan sebelum Jevian sempat membuka mulut, Briana sudah menatap deng

