Ku merasa Teristimewa 🔥

1521 Kata

Setelah cukup lama duduk di taman, Mikayla mengusap sisa air mata di pipinya dan menarik napas panjang. Udara malam terasa lebih bersahabat, dadanya perlahan lega, dan ia tahu, ia tak mau kehilangan kebahagiaan yang baru saja diraihnya. Dari kejauhan, ia melihat Arsenio berdiri di dekat gerbang taman, menoleh ke segala arah, wajahnya tampak benar-benar cemas. Arsenio berjalan mondar-mandir, sesekali menunduk seolah sedang menahan gelisah, tangan kirinya mengepal di samping tubuh. Senyum tipis terukir di bibir Mikayla. Ia merasa lebih tenang, ada kekuatan baru yang tumbuh di hatinya hanya dengan melihat betapa Arsenio peduli. Ia melangkah mendekat, menyapa dengan suara yang lebih stabil. “Maaf sudah membuatmu menunggu lama,” ucap Mikayla lembut, menatap mata Arsenio penuh pengertian. Ar

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN