Akhirnya Kau Istriku

1183 Kata

Siang itu, Mahendra melangkah pelan di koridor rumah sakit jiwa. Aroma obat-obatan menyengat, suara langkah kaki petugas bergema samar di dinding putih yang dingin. Ia berhenti di depan sebuah ruangan dengan pintu kaca, di mana seorang wanita duduk membelakangi jendela, menatap keluar, rambutnya kusut, tubuhnya tampak jauh lebih kecil daripada dulu. Hilda duduk di kursi roda, memeluk lutut, tubuhnya terbungkus sweater tebal. Matanya kosong menatap taman di luar, tak bereaksi pada suara pintu yang dibuka petugas. Mahendra masuk, diam-diam menahan napas, berdiri beberapa langkah di belakang wanita yang dulu begitu ia cintai. "Hilda," suara Mahendra berat dan lembut, terdengar seperti doa yang terluka. "Padahal aku tulus mencintaimu. Aku memilihmu bukan karena kasihan, tapi karena aku ingin

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN