Situasi Tegang Karena Fakta Yang Gila

1333 Kata

Kristal tak sanggup berdiri. Lututnya lemas, tubuhnya gemetar di antara isakannya sendiri. Dalam sekejap, dia menjatuhkan diri ke lantai, bersimpuh di depan Arsenio. “Maafkan aku, Kak Arsenio... tolong!" ucapnya lirih, suaranya parau. “Aku akan beritahu di mana Mikayla. Asal kau mau maafkan aku. Aku mohon... tolong aku, Kak!” Isaknya kian keras, kedua tangannya menggenggam kaki Arsenio yang tetap berdiri kaku. Semua orang menahan napas. Hanya suara tangisan Kristal yang terdengar di ruang tamu megah itu. Namun yang terjadi justru sebaliknya. Arsenio tertawa pelan. Dingin. Menghantam udara. “Kau pikir aku sebodoh itu?” katanya sambil menunduk sedikit, menatap Kristal yang masih tersungkur. “Kau pikir seorang Arsenio Mahendra perlu tawaranmu untuk menemukan seseorang?” Ia melepaskan ka

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN