Aula utama di Lantai 26 Mahendra Group telah disulap menjadi ruang pesta yang mencekam bagi mereka yang tahu kebenarannya. Gelas-gelas kristal berisi sampanye mahal berdenting, memantulkan cahaya lampu gantung yang menyilaukan. Harum bunga lily putih yang menyesakkan memenuhi udara, seolah sedang berusaha menutupi bau busuk pengkhianatan di ruangan itu. Gavin berdiri di tengah lingkaran para direksi yang tak henti-hentinya menjabat tangannya. Senyumnya kaku, seperti topeng porselen yang siap pecah kapan saja. Setiap kali seseorang berucap, "Selamat, Pak Gavin, calon pewaris yang luar biasa," Gavin merasa seperti sedang ditikam perlahan. Matanya tak pernah lepas dari sosok Gwiyomi. Wanita itu berdiri di sudut yang agak remang, memegang segelas wine merah yang warnanya sepekat dendam. Gwi

