Bab 23. Konfrontasi Gavin

1421 Kata

“Kakek ..." Napas Gavin masih memburu, bibirnya baru saja terlepas dari lumatan emosional pada bibir Gwiyomi saat tubuhnya mendadak kaku. Di ujung lorong yang temaram, sebuah bayangan tinggi berdiri mematung. Tongkat kayu jati yang khas itu terangkat sedikit, dan suara dehaman berat memecah keheningan malam. "Gavin? Vanka? Itu kalian?" Suara Kakek Mahendra menggelegar, namun ada nada kebingungan di sana. Gavin melepaskan cengkeramannya pada pinggang Gwiyomi secepat kilat. Jantungnya berdentum kencang hingga terasa ke ujung jari. Ia melirik Gwiyomi yang wajahnya sudah sepucat kertas, wanita itu segera memutar tubuhnya, membelakangi arah datangnya Kakek. "K-kakek?" Gavin menyahut, suaranya sedikit pecah. Ia dengan sigap berdiri di depan Gwiyomi, menutupi tubuh wanita itu sepenuhnya denga

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN