"Gwi? Gavin? Ada apa ini?!" Suara Frans memecah keheningan labirin. Ia muncul dari balik tikungan dengan langkah lebar, matanya menyipit tajam melihat Gavin yang berdiri sangat dekat dengan Gwiyomi yang tampak gemetar. Gavin masih terpaku, bayangan bayi di ponsel itu masih menghantam otaknya. Ia baru saja hendak membuka mulut untuk menumpahkan segala kecurigaannya, namun Gwiyomi bergerak lebih cepat. Ia tahu, jika Gavin bicara sekarang, semuanya hancur. Gwiyomi tidak lari. Ia justru melangkah mundur, menatap Gavin dengan tatapan paling menghina yang pernah ia tunjukkan. "Frans..." suara Gwiyomi pecah. Ia menghambur ke pelukan Frans, menyembunyikan wajahnya di d**a pria itu. "Tolong... bawa aku pergi dari sini. Aku tidak tahan lagi." Frans merangkulnya posesif, rahangnya mengeras menat

