Musuh Dalam Selimut

2379 Kata

“Nona, baik-baik saja?” tanya Satya setelah mereka sama-sama kembali ke mobil, tergesa-gesa setelah berpisah dengan Nayla—yang pulang dengan taksi online. “Oke, sekarang kita susul Nayla!” Perintah Hansika. Jujur, ia merasa lelah sekali menghadapi Nayla beberapa jam tadi sambil bersikap biasa. Tapi, ada yang lebih penting sekarang ini, yaitu menyusul Nayla. Satya memberi anggukan, “baik.” Segera melajukan mobil untuk mengejar mobil hitam yang terhalang dua mobil lain di depannya. Matanya begitu awas. Mengambil jarak yang masih terjaga dan tetap aman. "Usahakan kita enggak kehilangan mobilnya." Hansika mengingatkan. Hansika duduk dengan tegang, sudah memakai sabuk pengamannya. Matanya juga mengikuti mobil Nayla. “Saya melihat reaksi Nayla yang ‘berbeda’ tadi setiap kali saya seng

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN