106

1293 Kata

Mobil mereka melaju pelan melewati deretan warung di pinggir jalan. Nala yang masih menikmati kue putunya tiba-tiba melihat sebuah gerobak kecil dengan tulisan mencolok: "SATE BEKICOT KHAS MADURA". Mata Nala berbinar, bukan karena ia ingin makan, tapi karena teringat seseorang—suaminya. "Mas, coba lihat deh," ujar Nala sambil menunjuk ke arah gerobak itu. Ebas yang fokus menyetir hanya melirik sekilas, lalu kembali melihat ke jalan. "Lihat apanya, Sayang?" "Itu, Mas, ada sate bekicot!" ucap Nala penuh semangat. Ebas langsung menoleh lagi, kali ini dengan ekspresi kaget. "Hah? Sate apaan?" "Sate bekicot, Mas. Aku mau beli!" Ebas mengernyit. "Nala, kamu yakin? Kamu beneran kepengen makan itu?" Nala menggeleng dengan senyum jahil. "Bukan aku yang mau makan, tapi kamu." Seketika Ebas

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN