98

1478 Kata

Malam itu, di dalam kamar yang hanya diterangi lampu tidur yang temaram, Nala terdiam dalam pelukan Ebas. Tubuhnya bersandar di d**a bidang suaminya, merasakan detak jantungnya yang stabil. Namun, pikirannya tidak setenang itu. Ada sesuatu yang mengganjal di hatinya. Ebas, yang masih terjaga, tahu bahwa istrinya belum benar-benar ingin tidur. Ia bisa merasakan bagaimana tubuh Nala masih sedikit tegang, sesekali menghela napas panjang, seakan ingin mengatakan sesuatu tapi ragu. "Ada apa, hmm?" gumamnya pelan, suara beratnya terdengar dalam keheningan malam. Nala mendongak, menatap mata tajam suaminya. "Kamu beneran mau pergi ke Turki?" Ebas menarik napas panjang, lalu mengangguk. "Hmm... Kenapa?" Nala menggigit bibir bawahnya. "Harus pergi?" tanyanya lirih, berharap ada sedikit kemungk

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN