143. AYDEN: 🎵 UNTUKKU

1500 Kata

🎤: Chrisye Mungkin tak perlu pesta besar. Yang penting, kita berpesta di dalam hati—merayakan kita yang memilih satu sama lain. *** “Hel wet!” ujar Awa seraya menepuk-nepuk kepalanya. Aku meniup-niup pelan, dan setiap embusan—kelopak mata Awa otomatis bergetar. Nara malah tergelak geli melihat ekspresi putra kami. “Awa buka baju aja ya?” tawarku. “Apa?” balas Awa. “Baju Awa dibuka aja, biar ngga gerah.” Ia malah menoleh ke Nara. “Buka, Mama.” “Mama lupa ya nyiapin baju summer buat Awa,” lirih istriku. “Semua di koper besar.” “Nih, Ra,” ujar Ajeng. “Awa ganti, pakai bajunya Leo ya?” sambungnya, langsung ke Awa. “Baju Yo,” tanggap Awa, senang. Jakarta menyambut kami dengan kelembapan yang khas—udara hangat yang lengket di kulit, aroma aspal yang menguap setelah hujan, dan keramai

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN