168. AYDEN: 🎵 THE EMPTINESS MACHINE

1774 Kata

🎤: Linkin Park Sometimes forgiveness lets the wound get clean air—but doesn’t mean the cut can close. *** “Gue gimana? Tunggu di sini dulu?” tanya Algar begitu sedanku terparkir di pelataran lapas. Tepat pukul sepuluh pagi dan matahari bersinar terik. Aku memperhatikan dedaunan, hanya bergoyang sedikit, mungkin angin pun malas berembus. “Masuk aja. Bareng,” tanggapku. “Kalau Priska ngga mau ketemu karena ada nama gue?” balasnya. Aku menaikturunkan bahu. “Ya bodo amat! Kita ngga rugi sama sekali kok.” “Rugi, bro. Buang waktu. Ngga ada gunanya dong ke sini. Mending main di TimeZone.” “Terus gimana? Ikut ngga lo?” “Ayolah.” Lobi lapas perempuan ini bersih dan sejuk. Dindingnya cukup ramai dengan poster-poster pembinaan, kerajinan, kelas wirausaha, dan jadwal kunjungan. Aku menyapa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN