175. AINARA: 🎵 WALKING THE WIRE

2175 Kata

🎤: Imagine Dragons Senja di fjord hanyalah latar, yang membuatnya indah adalah cerita yang kita bawa bersama. *** Aku terbangun lebih dulu pagi ini. Jam di meja kayu menunjukkan hampir pukul tujuh, dan langit di luar masih kelam. Mas Ay terlelap di sampingku, jadi aku berusaha bergerak seringan bulu, mengenakan sweater oversize sebelum melangkah ke kamar mandi. Ruang tengah juga masih gelap, meski lampu-lampu di dua kamar lainnya sudah menyala. Aku mengambil wudhu, kemudian kembali ke kamar untuk shalat sejenak. Selepas ibadah, masih menggunakan mukena, aku beringsut ke tepi ranjang. Kening Mas Ay kukecup, juga kedua pipinya. Ia bernapas dalam, lalu mulai mengangkat kelopak mata. “Bangun, Mas. Keburu subuhnya habis.” “Hmm,” gumamnya seraya mengangguk. Mas Ay menarikku, menahan kepal

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN