131. AYDEN: 🎵 BUNGA JIWAKU

2357 Kata

🎤: Yovie & Nuno Bukan lagi tentang jadi sempurna, tapi tentang tetap tinggal dan bertumbuh bersama—di tengah tawa dan tangis yang sama. *** “Awa haus nih, Dek,” ujarku pada Nara. Aku baru saja memeriksa popok putra kami, masih cukup kering, dan tak ada meconium yang menempel. “Sedih banget nangisnya anak Papa.” Kuangkat bayi kami perlahan, mendekapnya. Tangisnya mereda, namun bibirnya mengecap-ngecap. Aku menimangnya pelan, bernyanyi seadanya, memberi sedikit waktu bagi istriku memijit payudar4 dan mengoles ujungnya dengan setetes ASI. Namun sepertinya, kesabaran Awa menipis. Ia kembali merengek. “Sini, sayang.” Nara mengulurkan kedua tangannya. Awa kupindah ke pangkuan istriku, dan kegelisahan bayi kami benar-benar hilang saat mulut mungilnya tersumpal sebagian tubuh Nara. “Haus y

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN