156. SULTAN: 🎵 TRULY, MADLY, DEEPLY

1886 Kata

🎤: Savage Garden Perjalanan jadi berharga bukan karena jaraknya, tapi karena siapa yang menemani di setiap persimpangan. *** “Dingiiin!” seru Kalista saat kami berbaris untuk meninggalkan pesawat. Begitu pintu terbuka dan penumpang mulai bergerak keluar, aku langsung paham perbedaan winter ala Stockholm dan Copenhagen—yang sempat disinggung Mas Andra. Dari kabin yang hangat, kami melangkah ke jet bridge, berhadapan langsung dengan suhu dingin yang menyapa, bukan menghantam. Stockholm punya udara yang… tenang dan lebih ‘ramah’ di kulit, tak dingin menusuk seperti yang aku rasakan saat di Copenhagen. Angin kota ini tak berembus kencang, membuat paru-paruku menghaturkan berterima kasih. “Kedinginan banget, Kal?” tanyaku. “Ngga kok,” jawab Kalista. “Hati-hati, babe. Dilihat tapakan lo.”

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN