159. AINARA: ðŸŽĩ NEVER GROW UP

1865 Kata

ðŸŽĪ: Taylor Swift Kadang kita tidak perlu memberi banyak kata untuk menanamkan nilai—cukup menjadi teladan, dan membiarkan cinta yang mengajarkan. *** Embusan napas Kalista sampai ke telingaku saat ia menghentikan langkah dan berbalik hadap. Matanya menyapu setiap sudut dan sisi unit kami—berkaca-kaca. Sementara Sultan duduk di undakan batas foyer dengan sepasang winter boots milik Kalista di genggaman. “Bilangin Mas, kalau ada lebihan uang dingin, kirimin tiket, ya Ra,” pintanya. Kalista tak bergurau, memang sebegitu beratnyalah meninggalkan kami. “Siap,” tanggapku. “I’m done!” ujar Awa yang membuat kami kompak menoleh menatapnya. Ia berhasil mengenakan sepatunya sendiri. Sayangnya, mereka terbalik. “Awa hebat!” seru Kalista. “Tapi, sepatunya terbalik. Nanti kaki Awa sakit. Dilepas d

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN