🎤: Crush Tak perlu kembang api, cukup selimut hangat dan seseorang yang mencintai tanpa tapi. *** “Alhamdulillah,” lirihku saat meninggalkan pesawat. Aku meraih tangan Nara, kugenggam erat saat kami menyusuri bandara. Faktanya, aku pun luar biasa gugup. Ini bukan sekedar vacation, namun hijrah. Dan ada dua nyawa yang kubawa serta—keduanya yang sangat kucintai. Langit Stockholm tampak abu-abu pucat saat kami melangkah keluar dari Arlanda. Matahari di pukul dua petang menyambut kami, sinarnya menggantung malas di balik awan. Udara musim dingin menyergap, menggigit pipi dan ujung hidung meski aku sudah mengenakan syal dan mantel tebal. Bahkan sebelum sempat mengaktifkan ponsel untuk mencari sinyal lokal, napasku sudah berubah menjadi kepulan putih. Lupakan handphone! Aku mengambil ho

