Bab 89. Ingatan Kamila Kembali

1249 Kata

Mata Kamila terbuka perlahan, seketika ruangan itu sunyi penuh harap. Semua yang hadir menahan napas, jantung mereka berdegup lebih kencang — harapan yang selama ini terpendam akhirnya bangkit menjadi nyata. Tatapan Kamila berkeliling, bingung menyisir wajah-wajah yang menatapnya dengan penuh haru. Namun, matanya terpaku pada Nadine. Air mata Nadine mengalir deras, tanpa henti, menetes bagai hujan badai yang mengguncang jiwa. "Na—Nadine? Ini kamu, Sayang?" Suara Kamila terbata, nyaris tak percaya. "Iya, Ma ... aku Nadine," jawab Nadine dengan suara parau. Tangan Nadine menggenggam erat tangan Kamila, lalu dengan penuh kasih mencium punggung telapak tangan ibunya itu. "Syukurlah, Mama sudah bangun." Rintihan Nadine pecah, "Ma, aku takut … takut kehilangan Mama. Kenapa Mama harus mengor

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN