Bab 86. Bukan Sembarang Musuh

1113 Kata

Keenan mengepalkan kedua tangannya dengan erat, matanya menyala bagai predator yang siap menerkam mangsa, siapa lagi kalau bukan orang yang sengaja menyebabkan kecelakaan terjadi. Telepon di tangannya ditutup secara kasar, napasnya memburu dan wajahnya berkerut dalam ledakan emosi yang sulit dibendung. Namun, Daniel tetap tenang, malah semakin penasaran. "Kenapa? Apa kamu sudah mendapatkan petunjuk, siapa dalang di balik semua ini?" tanyanya, suaranya penuh keingintahuan dan ketegangan. Keenan menatap tajam ke depan, kemudian menjawab dingin, "Lawan kita bukan sembarang musuh. Musuh yang sudah lama hilang, tapi sekarang kembali dengan niat jahat." Daniel menelan ludah. "Maksudnya? Musuhmu? Atau musuh siapa?" Keenan menjawab datar, namun menyimpan dendam, "Mereka musuh keluarga Lewis, t

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN