Bab 105. Mau Buat Adik Untuk Keinara

1781 Kata

Laras menunduk, pipinya merona merah bak kepiting rebus, malu dan gugup bercampur menjadi satu saat ucapan Namira menggema di telinganya. Di hadapan keluarga Daniel, rasa cemas itu seolah merayap ke dalam dadanya, membuat jantungnya berdebar kencang. Namun, tangan hangat Daniel menggenggam erat tangannya, seolah menyuntikkan keberanian sekaligus janji bahwa semuanya akan baik-baik saja. Laras menarik napas dalam-dalam, memaksa dirinya untuk tenang, lalu melangkah bersama Daniel maju mendekati keluarga sang kekasih. "Selain Tante Namira yang sudah aku kenal, aku ingin memperkenalkan diri di depan Om, Nadine dan Pak Keenan. Namaku Laras, salam kenal semuanya." Suaranya sedikit bergetar tapi tetap sopan. Dengan hati-hati, ia menjabat tangan Namira dan Robert, kemudian mencium lembut punggu

Cerita bagus bermula dari sini

Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN