Keenan masih menahan diri, tak segera menceritakan apa yang dilihatnya sama saja seperti yang istrinya itu lihat. Matanya tak lepas memperhatikan sosok Robert di sana, sebuah rasa was-was mulai merayapi pikirannya. Tiba-tiba, suara pintu mobil terbuka, membuat jantungnya hampir melonjak. Nadine hendak keluar dari mobil. "Sayang, kamu mau ke mana?" tanya Keenan dengan nada panik, suara itu seolah tercampur kecemasan. "Aku yakin itu papa, Mas. Aku harus ke sana," jawab Nadine dengan keyakinan yang sulit diabaikan. Keenan tak bisa langsung percaya. "Tapi, Sayang, kamu yakin mau menemui papa kamu?" Ia berusaha memastikan, takut ada sesuatu yang buruk menunggu. Tetapi, Nadine mengangguk mantap, tatapannya serius seperti menunjukkan keberanian yang lebih besar dari rasa takutnya. "Iya, Mas.

