Ansel dan Selat pergi main tanpa Ana waktu itu, berangkat pagi pulangnya sore. Ana selalu menelepon di tiap jadwal makan Ansel, barangkali Selat lupa karena keasyikan mengajak anak mereka main. Paginya Ana sibuk mengurus mereka. Yang utama papanya Ansel dulu. Selat kalau habis mandi, pakaiannya selalu Ana siapkan, dia yang pilihkan, hingga di kemudian hari bila Ana belum lakukan itu, Selat nggak akan pakai baju selagi Ana masih bisa dia panggil untuk menyiapkannya. Katanya, baju pilihan Ana cocok dan Selat suka. Makanya, Selat nggak mau jauh dari Ana, perkara baju saja dia menggantungkan diri pada istrinya. Itu baru soal pakaian, belum masalah perut. Masakan Ana enak, Selat tahu istrinya memang perfect di segala bidang, meski minus dalam kefrontalan. Begitu Selat siap, hari itu Ana meng

