Siang itu, suasana kantor sedikit tegang, terlebih ketika mereka juga kalah tender dengan Yunglow Company. Wiliam tampak terdiam termenung di balik mejanya, menatap kosong ke arah layar monitor macbook miliknya. Pemandangan yang tak biasa membuat Kate menautkan dahi. "Apa yang buat pria arogan itu begitu kecewa dan sedih? Apakah karena tender yang gagal? Bukankah kita bisa mencari tender lain? Kenapa harus di permasalahkan?" Bisik Kate dalam hati sambil memainkan pena menatap ke arah sang suami dari balik partisi pembatas ruangan mereka. Rasa penasaran yang terus menggelayutinya, membuat Kate akhirnya menggeser tempat duduk dan berbisik pada Arjun yang juga tampak serius dengan pekerjaannya. Maklum saja, di kantor itu, sejak kehadiran sang suami, dia adalah pekerja yang makan gaji buta. K

