“Masih mual?” Soraya mengangguk, dia dibantu oleh Raveno melangkah menuju ranjang. Dia duduk di bibirnya, dengan Raveno yang menggenggam tangannya khawatir sambil berjongkok di depannya. “Mau aku buatin teh hangat?” “Gak usah, mau tidur aja. Istirahat.” “Bawa obat gak? Sebelumnya gejalanya juga kayak gini kan? Waktu beberapa hari sebelum kita nikah?” “Gak papa, ini gejala umum kok. Cuma mual mual gini biasa,” ucap Soraya bergegas naik ke atas ranjang dan tidur miring menghadap ke jendela yang memperlihatkan lautan. Sebenarnya rasa guguplah yang membuatnya seperti ini, Soraya gugup dan takut jika mereka harus melakukan malam pertama. Alasannya, karena Soraya takut Raveno kecewa. Meskipun entah di bagian mananya hal itu patut dipertanyakan? Sampai tiba tiba Raveno berbaring di depannya

