“Kenapa kamu senyum senyum kayak gitu? Abis ngapain?” “Apasih,” ucap Soraya mengubah ekspresi wajahnya menjadi kesal saat bertatapan dengan Oma. “Ini batagornya.” “Kenapa lama banget?” “Yak an Oma sendiri tau gimana ngantrinya di tempat itu, lagian heran malah nyuruh Ibu hamil. Kan yang lainnya juga ada.” “Yang lainnya yang mana? Yang mana yang ada? Kan Oma maunya kamu yang pergi, itu juga jadi salah satu ngidamnya Oma,” ucap Ibu Desi yang membuat Soraya memutar bola matanya malas. “Pokoknya nanti ajarin Raya buat bikin kue kue, Raya mau istirahat dulu,” ucapnya memilih ke kamar dan membaringkan tubuhnya di sana. Senyumannya kembali mengembang saat mengingat bagaimana Raveno mencium pipinya saat Soraya menurunkan kaca mobil. Sebuah kecupan singkat dengan kalimat, “Udah ya, ditahan k

