S2 : Hari Biru

2125 Kata

Cantik, muda dan juga baik, itu yang Soraya tangkap tentang Airin. Mendengar bagaimana Airin berbicara dengan begitu sopan, membuat Soraya yakin kalau dia dibesarkan dengan baik. “Terima kasih, kue buatanmu enak sekali,” ucapnya memuji sambil melangkah pergi dari ruangan itu dan memasuki mobil. Ketika kaca mobil diturunkan, pandangan Airin dan Soraya bertemu. Mereka bertemu pandang tanpa memutuskannya, sampai mobil itu akhirnya pergi. “Dia tau gak y ague calon istrinya Raveno?” Tanya Soraya pada udara. “Bodo amatlah, yang penting gue masa depannya.” Namun sekarang, Soraya benar benar merindukan Raveno. Dia tidak bisa menemuinya sampai hari pernikahan tiba. Mengiriminya pesan juga tidak bisa. Karena apa? Soraya terlalu gengsi. Mengingat Raveno tidak mengirim pesan padanya lebih dulu membu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN