Saking bahagianya dengan apa yang dikatakan sang anak, tidak ada lagi perasaan rendah diri ketika Soraya bergabung bersama dengan Airin. dia duduk di atas rumput sambil terus menciumi Ayyara. “Ma.. Ma…” “Iya ini Mama,” ucap Soraya pada dirinya sendiri. Melihat itu, Raveno sendiri merasa bahagia karenanya. Berbeda dengan Airin yang hanya bisa tersenyum menahan kesedihannya. “Sayang nanti bajunya kotor,” ucap Raveno demikian. Kini tidak ada lagi keraguan di hati Soraya. Dimana meskipun Airin masih berharap kepada dua orang tercintanya, tapi mereka menutup hati dan hanya terbuka padanya. “Gak papa, mau ikut main di sini nemenin kalian.” “Maaa?” “Iya, kenapa?” Kata Mama itu selalu dikatakannya pada Soraya. Bayi mungil itu bahkan menolehkan wajahnya pada Soraya sambil tersennyum. Bahka

