S2 : Serangan Jantung

1091 Kata

Soraya memeluk erat suaminya, yang setengah basah dengan mata berkaca kaca. “Kamu kenapa gak bilang mau pulang? Aku khawatir tau. Kok kamu tega sih kayak gitu,” ucapnya dengan mata yang kini menyiratkan amarah. Raveno terkekeh melihatnya, mengusak rambut sang istri dengan penuh gemas dan sesekali mencium pipinya. “Maaf, ayo masuk dulu. nanti aku jelasin kok.” Kalimatnya yang terdengar penuh dengan rasa sakit, membuat Soraya menghentikan niatnya untuk protes lagi. Sang suami sedang tidak baik baik saja, dia bisa merasakannya. Jadi dia membiarkan Raveno masuk, dan mengganti pakaiannya. “Paaaa… Paaa….,” teriak si bayi mungil sambil merangkak mendekati Papanya. Raveno terkekeh dan segera merentangkan tangan, membiarkan Ayyara memeluknya. Hanya diam, tidak ada kalimat yang diucapkan oleh R

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN