S2 : Tahun demi Tahun

2278 Kata

5 tahun kemudian.... “Abang jangan jahil dong sama dedeknya, itu lepasin mainannya kasihan Idan juga mau main itu.” “Tapi Wili Belum main ini.” “Kan udah Ayah beliin yang beda,” ucap sosok yang paling tua di rumah itu, dia mencoba memberi pengertian kepada sang anak untuk mengasihi adiknya yang lebih muda. Karena sekarang Aidan yang berusia 5 tahun itu sedang duduk sambil menangis, karena mainannya dimainkan oleh sang kakak. Dharma sampai menghela nafasnya, Jika saja tangannya tidak penuh dengan tepung Dia akan ikut andil kesana. “Abang ayo ajak main adeknya, jangan bikin dia menangis. Adik juga jangan nangis itu, minta baik-baik sama abangnya.” Namun ternyata tangisan Aidan semakin menjadi-jadi, membuat Dharma mencuci tangannya dari lumuran terigu. Namun ketika dia baru saja mengerin

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN